1. Grigori Rasputin
Rasputin adalah seorang peramal yang hidup bersama Tsar Nikolas II di
Rusia, pada awal abad ke 20. Sang Tsar (gelar untuk raja Rusia) percaya
bahwa Rasputin dapat mengobati anak mereka yang terkena hemofilia
bernama Alexei, jadi mereka menyuruhnya untuk tinggal di kastil bersama
sang Tsar sendiri.
Namun Rasputin memiliki watak yang tidak begitu baik. Ia adalah seorang
lintah darat dan juga seorang pemabuk berat, dan sering menerima suap
dari orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Gaya hidup Rasputin
membuatnya akhirnya kurang disukai oleh keluarga kerajaan.
Bagaimana Ia Akhirnya Meninggal
Rasputin ditusuk oleh seorang pembunuh bayaran pada 1914. Namun, ia
tetap hidup. Setelah sembuh, orang yang tidak suka dengannya mencoba
membunuhnya lagi dengan wine dan kue yang diracuni. Namun, Rasputin
terus hidup, entah kenapa.
Karena Rasputin terus hidup, mereka mencoba membunuhnya, kali ini dengan
menembak kepalanya. Rasputin, terjerembab di tanah, namun sebenarnya ia
hanya pura-pura mati.
Setelah bahagia melihatnya "sudah mati", para "pembunuh"-nya pergi
meninggalkan ruang. Lucunya, seorang lupa membawa jaketnya. Ketika ia
kembali untuk mengambilnya, Rasputin bangkit dari tanah dan meneriakinya
dan mulai mencekiknya.
Orang-orang itu kembali ke dalam ruangan, menembaknya lagi tiga kali di
kepala, menjatuhkannya ke lantai. Namun... ya... dia belum mati. Dia
kembali bangkit, lalu dipukuli hingga jatuh pingsan.
Mereka membungkus tubuh Rasputin dengan seprai dan menceburkannya ke
Sungai Neva yang amat dingin. Ketika mereka menemukannya kemudian,
seprai berlumuran darah dan tubuhnya penuh luka tembakan, perutnya penuh
racun, dan banyak memar karena dipukuli, Rasputin diberitakan meninggal
karena kedinginan.
2. Ferdinand Magellan

Ferdinand Magellan adalah seorang penjelajah asal Portugis. Dia orang
pertama yang berhasil mengelilingi dunia, dan orang Eropa pertama yang
menginjak Filipina. Magellan setuju untuk membunuh seseorang bernama
Lapu-Lapu, musuh dari dua raja Filipina.
Bagaimana Ia Akhirnya Mati
Magellan akhirnya mendarat di pulau milik Lapu-Lapu yang bernama Mactan.
Lapu-Lapu tahu mereka akan datang, karena ternyata sebuah tentara telah
siap menunggu mereka.
Magellan tertembak dengan peluru beracun ketika ia menginjakkan kaki di
Mactan. Namun, dia tetap berlari ke depan, di belakangnya sebuah kapal
penuh tentara milik Magellan.
Dia lalu ditusuk di muka dengan sebuah tombak bambu, lalu lengannya
putus karena kena pedang musuh. Tak lama, kakinya mengikuti lengannya.
Ia akhirnya jatuh terjerembab ke tanah, tidak berdaya.
Tentara Lapu-Lapu terus menerus membacoknya dan memukulnya, namun
Magellan terus hidup dan meneriaki para anak buahnya untuk kembali ke
kapal dan kabur. Di bawah hujan bacokan dan pukulan dari tentara musuh,
Magellan melihat anak buahnya kabur kembali menuju keamanan. Barulah ia
mati.
3. Gabriel Garcia Moreno
Gabriel Garcia Moreno adalah presiden Ekuador di abad ke 19. Dia adalah
seorang Katolik yang taat dan menemukan Partai Konservatif Ekuador.
Moreno menyatakan bahwa agama resmi negara adalah Katolik, dan
mengharuskan siapapun yang ingin mencari jabatan politik harus seorang
Katolik. Hukum ini ditentang oleh banyak orang, yang akhirnya berujung
pada percobaan pembunuhan dirinya.
Bagaimana Ia Akhirnya Meninggal
Suat hari, Moreno sedang berjalan keluar dari gerejanya di Quito. Dia
tiba-tiba diserang oleh sekelompok penyerang dengan kapak, ke arah
lehernya, tengkorak dan otaknya, lalu memutuskan lengan kirinya dan
tangan kanannya.

Moreno tetap berdiri kembali. Para penyerangnya menembaknya enam kali di
dada. Dia lalu diserang lagi dengan pedang tak kurang lebih dari 14
kali. Bahkan setelah itu, Moreno masih sempat menuliskan "Tuhan takkan
mati" di tanah dengan darahnya sendiri.
Setelah penyerangnya pergi, para pendeta gereja membawanya masuk ke
dalam gereja, dimana ia akhirnya hidup untuk 15 menit lagi dan mati.
4. Leon Trotsky
Leon Trotsky adalah tangan kanan pemimpin Bolshevik di Rusia, Lenin.
Setelah Lenin meningggal, kesetiannya harus berpindah kepada Stalin.
Namun, Stalin malah mengeluarkanya dari Partai Komunis Rusia dan
mengasingkannya dari Rusia. Ingin mencari balas, Trotsky berupaya
menjebloskan Stalin ke penjara dengan mengadukannya ke Kongres Amerika
Serikat.
Bagaimana Ia Akhirnya Mati
Trotsky tidak diberi masuk ke Amerika oleh Imigrasi. Akhirnya, ia pindah
ke Mexico City, dimana ia dicoba dibunuh oleh pembunuh bayaran Stalin
bernama Ramon Mercader.
Mercader membacoknya di kepala dengan sebuah kapak. Namun, Trotsky
bangkit dari tempat duduknya, meludahi Mercader, dan mengejar sang
pembunuh dan bergulat dengannya, dengan kapak di kepalanya.
Para bodyguard Trotsky akhirnya masuk ke dalam ruangan, membunuh
Mercader, dan membawa Trotsky ke rumah sakit. Ia meninggal karena
komplikasi penyakit di kepalanya beberapa hari kemudian.
5. Ned Kelly
Ned Kelly adalah seorang kriminal asal Australia yang hidup di abad 19.
Dia bertanggung jawab atas perampokan dua bank besar dan pembunuhan tiga
orang polisi. Hebatnya, dia membunuh tiga orang polisi tersebut demi
melarikan diri dari tangkapan polisi bahwa dia telah membunuh.
Bagaimana Ia Akhirnya Mati
Ned Kelly dan gangnya akhirnya menculik sekitar 70 orang sandera dari
Glenrowan Inn ketika mereka tahu bahwa sebuah kereta api penuh polisi
sedang mengejar mereka. Ned Kelly juga berusaha untuk menjatuhkan kereta
tersebut di tengah jalan, yang akhirnya gagal.
Para kriminal tersebut lalu memasang baju zirah (=baju besi) ciptaan
mereka sendiri. Kelly keluar dari Glenrowan Inn, menembaki polisi yang
menembak ke arahnya. Peluru polisi tersebut terpantulkan oleh baju zirah
milik Kelly, namun pahanya yang tidak terlindungi menjadi titik
lemahnya.
Kelly akhirnya menyerah karena terlalu banyak luka di kakinya. Seluruh
anggota gengnya meninggal, namun Kelly hidup dan dibawa ke pengadilan.
Dia dihukum mati, dan kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan
pengadilan adalah "Aku akan bertemu Anda ketika Anda ikut."
Dua minggu kemudian hakim yang memberikan hukuman mati terhadap Kelly , namun Kelly meninggal karena serangan jantung.
6. Pablo Escobar
Pablo Escobar adalah pemimpin Kartel Narkotika Medellin, sebuah sindikat
narkoba asal Kolombia (Amerika Selatan) yang menyuplai 80% cocain di
seluruh dunia. Pada tahun 1989, Escobar dinamakan sebagai manusia ke-7
terkaya di dunia dengan aset (haram gan ) sebesar US$25 milyar.
Bagaimana Ia Akhirnya Mati
Sebuah tim khusus bernama Search Bloc yang dibangun atas
operator-operator dari U.S. Delta Force, SEAL Team 6 dan polisi Kolombia
mencoba membunuhnya. Tembak-tembakan berlangsung di HQ Medellin, dengan
Escobar akhirnya naik ke atas atap, loncat dari satu gedung ke gedung
lain, dengan masih terus ditembaki di kaki dan badan.
Escobar terus selamat hingga akhirnya ia membunuh dirinya sendiri dengan
menembak kepalanya. Ketika divisum, Escobar diperkirakan memiliki
seribu luka tembakan di seluruh badan dan kakinya.
7. Edward Teach a.k.a Blackbeard
Edward Teach atau yang juga dikenal sebagai Blackbeard adalah kapten bajak laut asal Inggris. Dia dikenal memiliki 16 istri.
Bagaimana Ia Akhirnya Mati
Blackbeard akhirnya mem-pensiunkan diri ke North Carolina di Amerika,
untuk bersenang-senang dengan harta kekayaan rampasannya. Namun,
gubernur Virginia waktu itu, tidak senang dengan keberadaan Blackbeard.
Ia mengirim dua kapal perang ke rumahnya, dipimpin oleh Robert Maynard.
Namun, Blackbeard tidak lari dan kabur dari kapal-kapal Maynard. Dia
malah menaikinya. Setelah membom kapal tersebut di atas dek dengan
granat, dia mencari Maynard. Maynard hampir kehilangan seluruh jarinya
karena dipedang oleh Blackbeard. Hebatnya, pedang Maynard patah karena
mencoba membacok punggung Blackbeard.
Ketika selesai berantem, Blackbeard telah ditusuk setidaknya dua puluh
kali dan tertembak lima kali, dan akhirnya mati karena pendarahan.
Sebelum mati, ia sempat mengisi pistolnya kembali untuk terus menembak
anak buah Maynard.
Sumber